Laatste nieuws: zware aardbeving in West Papua, 135 km van Manokwari PDF Afdrukken

04 Januari 2009 04:06, Manokwari: Gempa berkekuatan 7,2 Skala Richter (SR) mengguncang Provinsi Papua Barat, Ahad (4/1) sekitar pukul 02.48 Waktu Indonesia Barat. Pusat gempa berada 135 kilometer barat laut Manokwari dengan kedalaman 10 kilometer. Sempat ada peringatan bahaya tsunami, namun peringatan tersebut dicabut setengah jam kemudian. Berdasarkan laporan kontributor Metro TV di Manokwari, Abdul Muin, melalui telepon, saat gempa terjadi guncangannya menjatuhkan barang-barang milik warga di rumah, seperti televisi, dan lemari. Menurut Badan Metreologi dan Geofisika (BMG) Manokwari, pusat gempa berada di dareah Muni, Kelurahan Manokwari Utara. Pusat gempa berada 60 kilometer dari Kelurahan Amban. Saat ini warga Kelurahan Amban telah mengungsi ke daerah yang lebih tinggi. Terutama anak-anak dan ibu-ibu. Mereka mengungsi di tempat-tempat ibadah. Gempa juga mengakibatkan Jalan Yos Sudarso ditutup. Banyak warga yang bermukim di pesisir pantai naik ke jalan, atau pusat pertokoan untuk mengantisipasi isu tsunami. Akibatnya Jalan Yos Sudarso dan Jalan Borobudur tertutup untuk kendaraan. Hingga kini belum ada laporan mengenai kerusakan berarti. Hanya barang elektonik warga yang jatuh dan mengalami kerusakan. Menurut Kepala Kepolisian Resor Manokwari, Ajun Komisaris Besar Polisi Steve Wahyu, pihaknya telah menginstruksikan jajaran polsek setempat, segera melaporkan data korban dan kerusakan akibat gempa. Sementara para tahanan yang berada di Polres dan sejumlah lembaga pemasyarakatan, saat ini dimasukan ke mobil tahanan untuk dievakuasi kalau terjadi gempa susulan. Gempa juga terasa di Sorong, Papua Barat. Menurut kontributor Metro TV di Sorong, Martinus Solo, sebelum gempa berkekuatan 7,2 SR terjadi, sekitar pukul 02.24 WIB atau 24 menit sebelum gempa kedua yang mengguncang Manokwari, terjadi gempa yang mengakibatkan pagar-pagar rumah dan bangunan rumah yang belum jadi roboh. Akibatnya warga segera berhamburan keluar. Gempa juga mengakibatkan lampu padam. Beberapa warga mengalami luka di kepala dan kaki. Saat ini warga masih mengungsi di luar rumah dan takut akan gempa susulan yang masih mungkin terjadi.(RIZ) sumber berita : Metrotvnews.com