Kunjungan Nicolaas Jouwe ke Papua PDF Afdrukken E-mailadres
Geschreven door Radio Nederland Wereldomroep   
maandag 06 april 2009 01:00

Bersama kedua anaknya, dan didampingi dutabesar Indonesia untuk Belanda, Junus Habibie, pemimpin gerakan separatis Papua yang berada di pengasingan di Belanda Nicolaas Jouwe mengunjungi tanah kelahirannya.

Kunjungan atas undangan presiden SBY ini dikomentari media barat sebagai kunjungan yang direkayasa, untuk kepentingan politik tertentu di Indonesia. Nicolaas Jouwe tetap bersitegang pada pendiriannya, demikian pers barat. Benarkah ini? Kita jumpai pertama-tama dutabesar RI Junus Habibie yang menggambarkan pengalamannya mendampingi Nicolaas Jouwe pulang kampung.

Nicolaas Jouwe 01.jpg

Habibie: Nicolaas Jouwe mengagumi tanah kelahirannya Papua. Selama 40 tahun ia merasa ditipu oleh pihak-pihak tertentu. Karena ternyata di Papua banyak kemajuan pembangunan. Kemudian dia menghabiskan hari tuanya di Papua.

Dalam hal ini Dubes Habibie menyatakan, dirinya bersedia membantu kepulangan tokoh Papua ini. Selanjutnya keluarga Nicolaas Jouwe menaruh kepercayaan kepada kebijakan pemerintah RI.

Jadi kunjungan ini positif untuk pemecahan masalah Papua. Nico Jouwe, putera Nicolaas Jouwe yang ikut ke Papua menyatakan ayahnya memang mengubah caranya mencapai idealnya. Ia memang sadar harus mengubah sikapnya:

Nico Jouwe: Ia memang akan mengubah jalan yang akan ia tempuh.

Lalu bagaimana dengan perjuangannya untuk Papua merdeka, apakah ini akan di tinggalkan oleh Nicolaas Jouwe?

Nico Jouwe: Hal ini sebaiknya diistirahatkan dulu saja, jangan dikutik-kutik lagi. Ia saat ini tidak akan memperjuangkannya seratus persen.Ia akan bekerjasama dengan pemerintah Indonesia untuk memperbaiki nasib orang Papua, bagaimana menerapkan otonomi Papua yang baik untuk orang Papua. Dan bagaimana caranya memperbaiki komunikasi pemimpin Papua dengan para pemimpin Indonesia. Itulah tujuan ayah saya.

Memang kunjungan Nicolaas Jouwe baik ke jakarta maupun ke Papua meninggalkan kesan positif pada Nicolaas Jouwe. Seperti yang dikatakan duta besar Junus Habibie. Ada perkembangan di Papua, demikian Nico Jouwe, putera Nicolaas Jouwe.

Nico Jouwe: Ya, ia positif terhadap apa yang ia dengar dari menko kesra Aburizal Bakri dan gubernur Bas Suebu ihwal rencana pembangunan. Namun ayah juga sadar jalannya masih panjang.Ia yakin kebijakan yang ditempuh baik, ia positif terhadap hal ini.Bapak juga mendapat kesan positif dari presiden.

Nicolaas Jouwe yang sudah memasuki usia senja ingin menghabiskan masa tuanya di tanah kelahirannya, keinginan ini ia kemukakan juga pada dubes Junus Habibie dan menurut Nico Jouwe sang putera, setelah kunjungan dan pendekatannya dengan pemerintah Indonesia keinginan ini akan terkabul.

Nico Jouwe menegaskan ia dan keluarganya tentu saja ragu juga dengan keinginan ayahnya, mereka sadar perjuangan ayahnya selama ini. Itulah sebabnya mereka tidak langsung mendukungnya, bahkan kadang-kadang mengeremnya. Namun setelah hubungan yang baik dengan pihak Indonesia dan juga dutabesar Junus Habibie maka mereka kini positif.

Kunjungannya ke Indonesia bukan kunjungan biasa, bahkan dibayangi oleh kebijakan keamanan ketat. Sampai sekelompok wartawan Belanda di tahan di Papua oleh pihak keamanan Indonesia. Nico Jouwe menyayangkan hal ini.

Nico Jouwe: Saya sangat menyanyangkan kejadian ini, saya harap ini adalah kesalahpahaman. Saya harap semuanya akan beres, itulah yang bisa saya katakan ihwal insiden ini.

Wawancara selanjutnya dapat Anda ikuti di situs web kami: http://www.ranesi.nl/